Kapten Persiwa Sebut Tidak Adil Setelah Disanksi Seumur Hidup

Prediksibolabm88 – Kapten Persiwa Sebut Tidak Adil Setelah Disanksi Seumur Hidup. Kompetisi musim 2018 seolah begitu berat dijalani oleh Persiwa Wamena. Mengawali kiprah di kompetisi Liga 2, Persiwa sudah harus dijatuhi sanksi pemotongan 6 poin dari FIFA atas kasus penunggakan gaji pemain asing pada musim 2013 lalu.

 

Tim berjulukan Badai Pegunungan Tengah itu pun sudah dipastikan degradasi ke Liga 3 musim depan. Tak sampai di situ, hantaman keras juga melanda Persiwa, atas insiden kekerasan kepada wasit pada pertandingan menghadapi Persegres Gresik United pada 15 September lalu.

 

Tujuh pemain dikenai sanksi larangan bermain bervariasi, atas aksi kekerasan kepada wasit Abdul Razak, pasca keputusan penalti di menit 78. Persiwa sebagai tim juga dikenai sanksi denda hingga Rp. 50 juta atas insiden tersebut.

 

“Sanksi untuk saya rasanya tidak adil. Lebih baik adil kalau wasitnya juga dihukum seumur hidup,” kata sang kapten Persiwa, Aldo Claudio. Aldo memang mendapatkan sanksi yang paling berat berupa larangan bermain sepak bola seumur hidup atas sidang yang diputuskan oleh Komisi Disiplin PSSI per 22 September kemarin. Sedangkan enam rekan setimnya dihukum larangan bermain selama 6 bulan, empat pemain di antaranya sampai 12 bulan.

 

“Kejadian itu sangat saya sesali dan tidak bisa dibenarkan. Kemarahan kami saat itu di luar kendali emosi, sebagai puncak dari kejadian serupa di pertandingan yang lain,” ungkap pemain bertahan yang baru menginjak usia 20 tahun itu.

 

“Sebagai kapten, saya selalu bilang kepada rekan setim untuk tidak melakukan kekerasan kepada wasit, sepahit apa pun keputusannya. Karena apa? Kami masih muda dengan masa depan panjang,” lanjutnya kepada poker online terpercaya.

 

Aldo dan rekan setimnya pun segera mengajukan banding atas hukuman berat yang pertama kalinya diputuskan Komdis PSSI tahun ini. Ada beberapa data dan fakta yang sudah disusun Persiwa, yang harus dilihat lagi oleh Komisi Banding untuk mendapatkan keringanan hukuman.

 

“Melalui banding, saya berharap ada keringanan sanksi sebagai bahan introspeksi diri ke depannya. Tapi kalau tidak ada, saya percaya Tuhan sudah punya rencana lain untuk hidup saya,” tutup mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *